Skip to content

Program Studi Urologi

Admin

Presentasi di 41st World Congress of Endourology and Uro-Technology di Seoul, South Korea

  • by

Pada acara 41st World Congress of Endourology and Uro-Technology di Seoul, Korea Selatan, Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K) Staff Divisi Urologi Departemen Bedah FK-KMK UGM memberikan presentasi dengan  topik “Multi-Puncture PCNL: How to Avoid Complications”. Dalam presentasinya, Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K) menekankan tentang indikasi, komplikasi yang dapat timbul, serta strategi menghindari komplikasi dari tindakan tersebut. Beliau juga membagikan pengalaman dalam mengaplikasikan teknik ini, serta bagaimana teknik ini terus berkembang.

Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) 4, yaitu Quality education”, topik ini menekankan pentingnya teknik medis yang tidak hanya efektif tetapi juga minim risiko komplikasi. Dengan meminimalkan komplikasi pada teknik Multi-Puncture PCNL, teknik ini diharapkan dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Topik ini menarik perhatian komunitas akademik dan medis internasional, mengingat pentingnya pengembangan teknik bedah yang lebih aman dan efektif dalam menangani kasus batu ginjal. UGM turut berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan global dan kesejahteraan pasien, terutama dalam penanganan batu ginjal. 

Penyuluhan “Waspada Kanker Kandung Kemih: Deteksi Dini, Diagnosis, dan Penangannya”

  • by

Pada tanggal 11 Agustus 2024, dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K), memberikan penyuluhan dalam acara Seminar Publik yang diselenggarakan oleh Merck dan BRI. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kanker kandung kemih, termasuk pentingnya deteksi dini, diagnosis yang tepat, dan penanganan yang efektif.

Dalam penyuluhan tersebut, dr. Ahmad menjelaskan bahwa deteksi dini kanker kandung kemih dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. Dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gejala awal dan langkah-langkah pencegahan, diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, sehingga mendukung upaya pemerintah dalam mencapai tujuan kesehatan global yang sejalan dengan SDG 3.

Penyuluhan ini menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker kandung kemih. Acara yang diprakarsai oleh Merck dan BRI ini diharapkan dapat berlanjut di masa mendatang, memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta mendorong kolaborasi antara sektor kesehatan dan masyarakat untuk mewujudkan kesehatan yang lebih baik bagi semua. Dengan semangat bersama, kita dapat berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan.

Workshop RIRS dan PCNL

  • by

Bagian Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS) dan Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) sebagai bagian dari rangkaian Jogja Urology Forum 2024. Acara ini berlangsung pada tanggal 29 Juli – 7 Agustus 2024 di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dan dihadiri oleh dokter spesialis urologi dari seluruh Indonesia. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para urolog dalam teknik minimal invasif penanganan batu ginjal, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, khususnya target 3.8 tentang akses universal ke layanan kesehatan esensial yang berkualitas.

Dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K) selaku perwakilan Ketua Panitia Jogja Urology Forum 2024, menjelaskan bahwa workshop ini menghadirkan pakar dibidangnya, para peserta menyatakan antusiasmenya, “Workshop ini memberikan kesempatan langka untuk belajar langsung dari pakar dunia dalam teknik endourologi terkini.” Penyelenggaraan Jogja Urology Forum 2024 juga mendukung SDGs nomor 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara UGM, RSUP Dr. Sardjito, Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI), dan mitra internasional,  teknik RIRS dan PCNL yang diajarkan dalam workshop ini dapat meningkatkan efisiensi penanganan batu ginjal, mengurangi biaya perawatan, dan mempercepat pemulihan pasien. “Ini sejalan dengan SDGs nomor 10: Berkurangnya Kesenjangan, karena meningkatkan akses masyarakat terhadap prosedur urologi canggih,” tambahnya.

Dengan menggabungkan aspek edukasi, praktik klinis, dan kolaborasi internasional, Jogja Urology Forum 2024 diharapkan dapat mendorong kemajuan pelayanan urologi di Indonesia dan berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di bidang kesehatan.

Symposium Jogja Urology Forum (JUF) 2024

  • by

Simposium tahunan Jogja Urology Forum 2024 kembali digelar dengan tema “Harmony in Urology: Bridging Innovation and Fundamental Management for Enhanced Clinical Outcomes.” Acara ini berlangsung pada tanggal 4-5 Agustus 2024 di Hotel Tentrem Yogyakarta, dan menghadirkan berbagai pembicara serta peserta dari kalangan dokter umum hingga dokter spesialis urologi dari seluruh Indonesia. Simposium ini bertujuan untuk mempertemukan inovasi terbaru dengan praktik dasar manajemen urologi, guna meningkatkan hasil klinis bagi pasien.

Dengan mendukung kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara para dokter, Jogja Urology Forum 2024 juga sejalan dengan tujuan ketiga dari Sustainable Development Goals (SDG4) “Quality Education”,. Melalui sesi panel, presentasi penelitian, dan diskusi kasus, para dokter dapat memperluas wawasan mereka dan berbagi pengalaman dalam menangani kasus-kasus urologi yang kompleks.

Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan di bidang urologi di Indonesia. Dalam simposium ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk mendiskusikan berbagai topik penting dalam bidang urologi, termasuk penerapan teknologi terbaru, perkembangan dalam terapi penyakit urologi, serta strategi manajemen yang efektif dalam praktik klinis sehari-hari.

Workshop Kateter dan Sirkumsisi

  • by

Bagian Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Sirkumsisi dan pemasangan  Kateter sebagai bagian dari rangkaian Jogja Urology Forum 2024. Acara ini berlangsung pada tanggal 4 Agustus 2024 di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dan dihadiri oleh dokter Umum dari berbagai daerah di Indonesia. Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan keterampilan para dokter umum dalam teknik inovatif pemasangan kateter sirkumsisi, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3: Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, khususnya target 3.8 tentang akses universal ke layanan kesehatan esensial yang berkualitas dan inovatif.

Dr. Horman Chrisitinus, Ketua Panitia Workshop JUF Sirkumsisi Kateter, menjelaskan bahwa acara ini menghadirkan pakar Urolog yang handal selama satu hari, peserta akan mengikuti sesi teori, diskusi kasus, dan praktik hands-on menggunakan model. Dr. Reza peserta dari Semarang, menyatakan, “Workshop ini memberikan kesempatan unik untuk mempelajari teknik terbaru yang menambah wawasan dan pengalaman.”

Penyelenggaraan Workshop JUF Sirkumsisi dan  Kateter dalam Jogja Urology Forum 2024 juga mendukung SDGs nomor 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur, dengan memperkenalkan teknologi inovatif dalam perawatan urologi. Workshop ini diharapkan dapat mendorong adopsi teknik JUF Sirkumsisi Kateter di berbagai rumah sakit di Indonesia, sehingga berkontribusi pada peningkatan standar perawatan urologi nasional dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di bidang kesehatan.

Basic and Advanced Laparoscopy Workshop Jogja Urology Forum 2024

  • by

Jogja Urology Forum 2024 kembali menghadirkan workshop Laparoskopi bagi tenaga kesehatan di Indonesia. Workshop Laparoskopi hari pertama bertema basic laparoscopy yang diadakan pada Kamis, 1 Agustus 2024. Sementara itu, workshop advance laparoscopy dilaksanakan keesokan harinya, 2 Agustus 2024. Kedua acara berlangsung di Robotic Telesurgery Center Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta.

Rangkaian workshop ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) ke-4, yaitu “Quality Education.” Dengan meningkatkan keterampilan tenaga medis dalam teknik laparoskopi, Rumah Sakit Dr. Sardjito mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. Teknik laparoskopi yang lebih canggih memungkinkan prosedur bedah yang lebih aman dan efisien, dengan dampak positif pada pemulihan pasien dan pengurangan risiko komplikasi tindakan. Acara ini merupakan langkah konkret menuju pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Jogja Urology Forum 2024 menjadi momentum penting bagi komunitas urologi untuk memperkuat kolaborasi dan berbagi pengetahuan. Para peserta, yang terdiri dari perawat dan dokter spesialis urologi, diharapkan dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh untuk meningkatkan kualitas hidup pasien di tempat kerja masing-masing. Jogja Urology Forum (JUF) 2024 terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan kompetensi tenaga medis dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia

Testoste.RUN

  • by

Testosterun merupakan acara lari 5 km dan 10 km yang menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara Jogja Urology Forum ketujuh. Acara ini diadakan di RS Dr. Sardjito dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan termasuk professional kesehatan, mahasiswa, dan Masyarakat umum. Testosterun tidak hanya mejadi ajang olahraga, tapi melalui berbagai stand yang ada di tempat acara, peserta juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan informasi kesehatan.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3, yang bertujuan untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua orang di segala usia, acara ini menekankan pentingnya pencegahan melalui aktivitas fisik. Gaya hidup aktif dan sehat merupakan komponen kunci dalam menjaga kesehatan jasmani. Dengan mengedukasi masyarakat tentang manfaat olahraga, “Testosterun” berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup dan kesadaran kesehatan di Indonesia.

Testosterun menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan lintas komunitas. Peserta tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan dari berlari, tetapi juga informasi dari berbagai stand yang tersedia di lokasi acara. Testosterun diharapkan dapat menjadi acara tahunan yang terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mendukung pencapaian tujuan kesehatan global.

Deteksi Dini Tumor Testis

  • by

Pada hari Kamis, 25 Juli 2024, pukul 09.00-09.30, Radio Istakalisa menyelenggarakan talkshow kesehatan dengan topik “Deteksi Dini Tumor Testis” bersama dr. I Made Nugraha Gunamanta Sabudi. Talkshow ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya deteksi dini tumor testis, yang meskipun jarang terjadi, dapat memiliki dampak serius jika tidak segera teredinfikasi dan diobati. Dr. I Made akan berbagi informasi mengenai gejala awal, metode pemeriksaan mandiri, serta tindakan lanjutan yang dapat diambil oleh masyarakat untuk mencegah perkembangan kondisi ini.

Pembahasan mengenai deteksi dini tumor testis ini juga berkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3, yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Salah satu target SDG 3 adalah mengurangi angka kematian dini akibat penyakit tidak menular melalui pencegahan dan pengobatan. Dengan meningkatkan kesadaran akan deteksi dini tumor testis, talkshow ini berkontribusi pada upaya global untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada pendengar mengenai pentingnya pemeriksaan rutin dan pengenalan gejala sejak dini. Melalui edukasi yang disampaikan, diharapkan semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan segera mencari bantuan medis saat gejala mencurigakan muncul, sehingga angka kejadian dan dampak dari tumor testis dapat ditekan.

Bakti Sosial Kemasyarakatan Khitanan Massal di Kabupaten Klaten

  • by

Pada tanggal 3 Juli 2024, dr. Fajar Sudarsono, Sp.U(K), dr. Adhika Restanto Purnomo, Sp.U(K), dan dr. Raden Fenditya Agung Nugroho, Sp.U sebagai panitia mengadakan sebuah kegiatan bakti sosial kemasyarakatan khitanan massal diselenggarakan di Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznaz). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan layanan khitanan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar mereka dapat menjalani proses khitanan dengan aman dan nyaman.

Khitanan massal ini tidak hanya sekadar kegiatan medis, tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goal (SDG) 3, yang menekankan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan bagi semua orang. Dengan menyediakan akses khitanan yang berkualitas, diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi dan komplikasi kesehatan yang mungkin terjadi akibat prosedur yang tidak aman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan anak.

Kegiatan bakti sosial khitanan massal ini merupakan langkah positif dalam mendukung kesehatan masyarakat di Kabupaten Klaten. Kerja sama antara Baznaz dan berbagai pihak terkait menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Talkshow Pembesaran Prostat

  • by

Radio Soonora akan menayangkan talkshow kesehatan dengan narasumber dr. Ferdy Bangun Kangsaputra pada hari Rabu, 26 Juni 2024, pukul 09.00-10.00,. Talkshow ini akan mengangkat topik “Pembesaran Prostat”, yang bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada pendengar mengenai kondisi medis yang sering dialami oleh pria, terutama di usia lanjut. Dr. Ferdy akan menjelaskan gejala-gejala pembesaran prostat, faktor risiko yang perlu diwaspadai, serta berbagai opsi pengobatan yang tersedia.

Acara ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3, yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Salah satu aspek penting dari SDG 3 adalah mengurangi beban penyakit yang dapat dicegah, termasuk kondisi seperti pembesaran prostat yang sering kali bisa ditangani dengan deteksi dan penanganan dini. Edukasi yang diberikan melalui talkshow ini juga berperan dalam mendukung target SDG 3.4, yang fokus pada pengurangan angka kematian dini akibat penyakit tidak menular.

Diharapkan melalui talkshow ini, para pendengar dapat lebih menyadari pentingnya mengenali gejala-gejala pembesaran prostat sejak dini dan tidak ragu untuk mencari bantuan medis. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif yang tepat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka, terutama di kalangan pria yang berisiko mengalami kondisi ini.